Belajar dari Pemilu 2019, Cegah Jatuhnya Korban Jiwa Petugas KPPS dengan 4C

Belajar dari Pemilu 2019, Cegah Jatuhnya Korban Jiwa Petugas KPPS dengan 4C

Pemilihan umum (Pemilu) pada 2019 menyisakan duka. Setidaknya, ada 894 orang petugas petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dan sebanyak 5175 orang sakit. Menurut Direktur Kesehatan Usia Produktif dan Usia Lanjut Kementerian Kesehatan dr Nida Rohmawati, MPH ada beberapa faktor risiko jatuhnya korban pada saat itu.

Di antaranya karena beban kerja yang berat. Pada Pemilu 2019 memang ada perubahan sistem. Yaitu pemilihan presiden dan wakil digabung dengan calon legislatif. Dengan disatukannya pemilihan, maka beban kerja menjadi sangat berat.

Belajar dari Pemilu 2019, Cegah Jatuhnya Korban Jiwa Petugas KPPS dengan 4C Cegah Tragedi Pemilu 2019 Tak Terulang, Petugas KPPS Diminta Lakukan 4C 84 Petugas Pemilu Meninggal, Kemenkes Ajukan Rekomendasi Cegah Jatuhnya Korban di Pemilu Mendatang

Cegah Kisah Kelam Pemilu 2019, Ketahui Faktor Risiko Gangguan Kesehatan Petugas KPPS Jurus 4C Cegah Kasus Meninggalnya KPPS Terulang, Sebaiknya Tidur 8 Jam Sebelum Bertugas Pemilu 2024 Makan Korban: Ada 23 Petugas KPPS dan 9 Petugas Linmas Meninggal Dunia!

Kecelakaan Maut, Petugas KPPS Tewas, Korban Laka Tunggal Saat Antar Kotak Suara Pemilu Seorang KPPS Dirawat di RS Jiwa Akibat Depresi, Dapat Tekanan dari Pemantau Pemilu Selain itu analisis dari pemerintah adanya petugas dengan usia yang sudah lanjut, kebiasaan merokok dan minum alkohol hingga jam tidur yang kurang.

Disusul dengan jam kerja di atas 20 jam serta adanya penyakit penyerta atau komorbid. "Dan juga ada dengan kondisi tidak sehat, ada meningitis bahkan. Meninggal karena meningitis dan masalah ginjal," ungkapnya pada talkshow Kesiapan Kesehatan di Pemilu 2024 secara virtual, Senin (5/2/2024). Untuk mencegah terulangnya tragedi ini, dr Nida pun imbau petugas KPPPS lakukan 4C.

Yang pertama adalah 'cukup' tidur. Petugas perlu tidur minimal 6 8 jam sehari. "Saat ini mereka sudah sangat ibuk, katanya sampai begadang menyiapkan tempat, kertas suara. Jangan begadang kurang tidur berhari hari menjelang hari H," imbaunya. Selanjutnya C yang kedua adalah cukup minum.

Petugas KPPPS berisiko dehidrasi karena kekurangan minum. Menurut dr Nida, dehidrasi menjadi risiko terjadinya kesakitan dan kematian pada 5 tahun lalu. "Kami harapkan jangan lupa minum air putih. Kurangi minum kopi, minuman manis atau minuman kemasan manis," pesannya.

Untuk mereka yang sakit, tidak dianjurkan mengonsumsi minuman berenergi. "Itu tidak kita anjurkan sama sekali. Tubuh sedang kelelahan, metabolisme kecapekan ditambah minum energi digenjot lagi. Tubuh dipaksa dan minum alkohol," tegasnya. Kemudian C yang ketiga adalah cukup makan.

"Jangan hanya makan snack, lupa makan. C keempat cukup olahraga. Oleh karena itu, kami menghimbau seluruh puskesmas (di Indonesia), ada 10.416 puskesmas menyelenggaran senam bersama petugas Pemilu,"tutupnya. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *